SIMANJUNTAK, SANGEETA ANGGUN CHYNTA (2025) Komparasi Algoritma Brute Force dan Greedy Pairing dalam Optimalisasi Rekonsiliasi Transaksi Debit dan Kredit dalam Laporan Keuangan. Skripsi thesis, Universitas Teknologi Digital Indonesia.
![]() |
Text (HALAMAN DEPAN)
1_235611051_HALAMAN DEPAN (1).pdf - Published Version Download (516kB) |
![]() |
Text (BAB I)
2_235611051_BAB_I.pdf - Published Version Download (128kB) |
![]() |
Text (BAB II)
3_235611051_BAB_II.pdf - Published Version Download (1MB) |
![]() |
Text (BAB III)
4_235611051_BAB_III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (167kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB IV)
5_235611051_BAB_IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (561kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB V)
6_235611051_BAB_V.pdf - Published Version Download (119kB) |
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
7_235611051_DAFTAR_PUSTAKA.pdf - Published Version Download (122kB) |
![]() |
Text (LISTING PROGRAM)
8_235611051_LISTING.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (370kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas komparasi antara algoritma Brute Force dan Greedy Pairing dalam optimalisasi rekonsiliasi transaksi debit dan kredit pada laporan keuangan. Algoritma Brute Force diimplementasikan sebagai metode eksplorasi menyeluruh untuk mencari semua pasangan transaksi yang jumlahnya mencapai nol, dengan efektivitas 100%, tetapi memiliki biaya komputasi yang sangat tinggi. Sebaliknya, algoritma Greedy Pairing menawarkan solusi lebih cepat dengan mengunci pasangan transaksi yang ditemukan, meskipun berpotensi kehilangan solusi optimal pada dataset yang lebih kompleks. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Brute Force memiliki efektivitas 100%, tetapi waktu eksekusi meningkat drastis seiring bertambahnya ukuran dataset. Pada dataset 102 transaksi, algoritma ini membutuhkan lebih dari 11 menit, dan pada dataset 214 transaksi, tidak dapat diselesaikan dalam waktu 15 menit. Sebaliknya, Greedy Pairing mampu menyelesaikan pencocokan dalam 0.28 detik untuk dataset yang sama dengan efektivitas ≥90%. Efisiensi waktu algoritma Greedy Pairing jauh lebih baik dibandingkan Brute Force, menjadikannya lebih cocok untuk dataset besar yang memerlukan pemrosesan cepat. Dengan demikian, Brute Force memberikan solusi komprehensif tetapi kurang efisien untuk data dalam skala besar, sehingga lebih sesuai untuk audit akhir atau analisis historis. Sebaliknya, Greedy Pairing menjadi pilihan yang lebih praktis untuk rekonsiliasi transaksi secara real-time karena kecepatan dan efisiensinya. Kedua algoritma memiliki kelebihan masing-masing, tergantung pada kebutuhan dan skenario penerapannya dalam dunia perbankan dan keuangan. Kata Kunci : Brute Force, Greedy Pairing, Rekonsiliasi Transaksi, Efektivitas, Efisiensi, Algoritma Pencocokan, Laporan Keuangan
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Additional Information: | Pembimbing: Cosmas Haryawan, S.TP., S.Kom., M.Cs. |
Uncontrolled Keywords: | Brute Force, Greedy Pairing, Rekonsiliasi Transaksi, Efektivitas, Efisiensi, Algoritma Pencocokan, Laporan Keuangan |
Subjects: | A Karya Umum (General) > Ilmu Komputer (Computer Science) > Algoritma |
Divisions: | Jenjang S1 > Sistem Informasi (S1) |
Depositing User: | Titis Pratiwi |
Date Deposited: | 11 Mar 2025 04:07 |
Last Modified: | 11 Mar 2025 04:07 |
URI: | http://eprints.utdi.ac.id/id/eprint/10714 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |